9.23.2026

Pertemuan 2: Mempersiapkan Pembelajaran Inovatif Berbasis AI dengan Gemini

Kecerdasan Artifisial (AI) adalah ilmu mengajarkan mesin untuk meniru perilaku cerdas manusia. Sistem AI diajarkan dan dilatih menggunakan pemrograman komputer yang belajar dan beradaptasi.

Download Meteri

FMempersiapkan Pembelajaran Inovatif  Berbasis AI dengan Gemini

HARIS SAKTI HANDONO GURU INFORMATIKA SMP NEGERI 1 NGORO
Walid, S. Kom., GURU INFORMATIKA SMP NEGERI 4 Jombang
Akhmad Syahrul Alim, S. Kom., GURU INFORMATIKA SMP NEGERI 1 Tembelang
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Module 01

Pengantar Kecerdasan Artifisial (AI)
Apa itu Artificial Intellige  (AI)?
Kecerdasan Artifisial (AI) adalah ilmu mengajarkan mesin untuk meniru perilaku cerdas manusia. Sistem AI diajarkan dan dilatih menggunakan pemrograman komputer yang belajar dan beradaptasi.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Memahami jenis-jenis AI

Machine Learning (ML) , Large Language Model (LLM), dan Generatif AI (Gen AI)

Machine Learning (ML)
Sebuah sistem yang melibatkan mesin yang dilatih untuk belajar secara mandiri dari kumpulan data. Sistem tersebut dapat berkembang tanpa diprogram secara eksplisit untuk setiap tugas baru

Large Language Models (LLMs)
Dilatih untuk memahami, memprediksi, dan menghasilkan bahasa manusia.

Generative AI (Gen AI)
Dilatih untuk membuat konten baru yang serupa dengan data yang dilatihnya, seperti teks, gambar, musik, audio, kode, dan video.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Module 02

Menggunakan AI dengan Aman dan Bertanggung Jawab
Bias dan Keadilan
  1. AI perlu dievaluasi untuk potensi bias yang dapat berdampak negatif pada siswa dan guru.
  2. Sistem AI mencerminkan bias dari data pelatihan mereka yang dilatih dari kumpulan data yang mencerminkan bias sosial seputar ras, gender, budaya, dan banyak lagi.
  3. Sistem AI yang bias dapat menghasilkan tanggapan yang berbeda.
  4. Pendidik memainkan peran penting dalam mengidentifikasi dan mengurangi bias di kelas. 
Bagaimana Educators mengatasi bias?
  • Evaluasi alat AI secara berkala - karena model AI yang digunakan sering berubah.
  • Ajari siswa untuk berpikir kritis tentang potensi bias AI.
  • Libatkan anggota tim dengan latar belakang yang beragam dalam mengevaluasi alat AI.
  • Edukasi penggunaan AI secara jujur dan bertanggung jawab.
  • Luangkan 5 menit untuk berdiskusi dengan rekan Anda, bagaimana Anda dapat melakukan hal ini di lingkungan Anda. Bagikan beberapa ide dengan kelompok Anda.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----
Halusinasi dan Akurasi
  • AI memiliki keterbatasan dan tidak selalu memberikan jawaban yang akurat. 
  • Saat Anda berinteraksi dengan chatbot AI, ingatlah bahwa mereka bisa saja memberikan informasi yang salah. Meskipun jawaban atau respon terdengar masuk akal, detailnya mungkin tidak akurat. 
  • Kesalahan dalam jawaban tersebut disebut halusinasi.
gambar

Kami tahu jawaban dari chatbot bisa salah, memiliki keterbatasan, dan tidak selalu akurat. Kesalahan dalam jawaban tersebut disebut halusinasi.  Ketika Anda menggunakan alat AI seperti Gemini, ingatlah untuk selalu periksa ketepatan dan kesesuaian jawabannya. Tetap waspada dan periksa hasil tanggapan AI dengan hati-hati.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----
3 Cara Umum Chatbot Menghasilkan Informasi yang Tidak Akurat
01. Fakta buatan
  • Chatbot terkadang bisa menciptakan pernyataan yang sebenarnya tidak ada dalam data pelatihan mereka.
  • Mereka terkadang mengarang fakta agar terlihat lebih meyakinkan.
02. Logika yang salah
  • Alasan yang digunakan chatbot untuk menghasilkan respon bisa saja salah.
  • Mereka mungkin membuat kesimpulan yang tidak sesuai dengan argumen mereka.
03. Kutipan palsu
  • Ketika diminta sumber, chatbot terkadang bisa menciptakan pengarang, publikasi, dan bahkan keseluruhan studi penelitian.
  • Ini bisa menjadi masalah jika informasi yang dibuat-buat terdengar masuk akal, dan kita tidak mengecek ulang hasilnya.
  • Ini adalah contoh misinformasi
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Evaluasi kritis terhadap tanggapan AI

Accurate, Appropriate, and Aligned
Gunakan Kerangka AAA untuk memeriksa jawaban Anda

Accurate (Akurat)
  • Apakah tanggapan ini mengandung kesalahan faktual atau informasi yang salah?
  • Bisakah Anda memverifikasi hasilnya dengan menggunakan sumber-sumber lain yang terpercaya?
Appropriate (Layak)
  • Apakah respon ini sesuai untuk konteks pendidikan?
  • Apakah ide atau contoh yang diberikan sesuai dengan konteks dan usia?
Aligned (Sesuai)
Apakah tanggapan ini menjawab pertanyaan atau prompt yang Anda masukkan secara langsung?
Apakah sesuai dengan topik dan relevan dengan tugas Anda?

Tips Lainnya
  • Ajukan pertanyaan lanjutan atau parafrasekan untuk mengecek konsistensi pernyataan.
  • Gunakan fitur 'periksa ulang respons' di Gemini, untuk mengecek ketepatan pernyataan.
  • Bandingkan hasilnya dengan sumber informasi umum dan para ahli untuk memvalidasi poin-poin penting.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Akurasi dan Privasi Data
Konten terkait dalam respon Gemini
  • Dalam respon Gemini, Anda dapat mengakses kutipan dengan mengetuk chip abu-abu untuk melihat dari mana informasi tersebut dikuatkan dari web.
  • Tautan ini muncul di akhir paragraf untuk membantu Anda menggali lebih dalam topik yang menarik minat Anda.
  • Ini tidak terbatas pada situs web: Jika respons Gemini merujuk informasi yang ditemukan menggunakan ekstensi Gmail, Anda juga akan melihat tautan sebaris ke email yang relevan.
*Hanya tersedia dalam bahasa Inggris
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Literasi Data Anda

Literasi data adalah pertimbangan penting saat menggunakan chatbot AI. Renungkan dan evaluasi apakah Anda mengikuti panduan privasi data yang disarankan. Berikut tiga tips menghargai privasi data dalam prompt AI.

01. Apakah dianonimkan?
Apakah semua informasi pribadi telah dihapus atau diganti dengan nama samaran untuk menyamarkan identitas individu?

02. Apakah diminimalkan?
Apakah Anda hanya menggunakan data yang diperlukan untuk tujuan Anda?

03. Bisakah direkayasa ulang?
Bisakah data dengan mudah ditebak meskipun sudah dianonimkan?

Disarankan untuk menggunakan model AI yang aman jika menggunakan data sensitif dan mengikuti panduan dari otoritas pendidikan setempat.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Module 03

Berkenalan dengan Gemini dan praktik baik prompting
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Download aplikasi Gemini Di HP dengan akun belajar.id
  • Gratis: Akses di gemini.google.com
  • Perlindungan data tambahan: Saat menggunakan aplikasi Gemini dengan akun belajarid Anda, chat Anda tidak digunakan untuk melatih AI.  
  • Pendidikan: Dibuat untuk pendidikan
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Bagaimana Gemini dapat membantu proses pembelajaran

Memfasilitasi riset dan keterampilan berpikir kritis
  • Menjelajahi berbagai sumber
  • Menghasilkan ide beragam
  • Brainstorming ide pembelajaran
  • Meringkas materi
  • Memverifikasi keakuratan sumber
Membantu penulisan akademik
  • Membuat garis besar
  • Mengatasi kebuntuan ide
  • Memperbaiki tulisan
Memungkinkan pembelajaran dan penilaian yang dipersonalisasi
  • Menyederhanakan topik
  • Membuat analogi
  • Panduan belajar
  • Merancang asesmen
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Akses aplikasi Gemini secara gratis
Gratis
Aplikasi Gemini disertakan dengan semua edisi Google Workspace for Education dan dapat diakses di gemini.google.com

Perlindungan data tambahan
Saat menggunakan aplikasi Gemini dengan akun sekolah Anda, chat Anda tidak akan ditinjau oleh peninjau manusia atau digunakan untuk meningkatkan model AI generatif.  

Tersedia secara Global
Gemini tersedia dalam lebih dari 40 bahasa untuk pendidik dan siswa berusia 18 tahun ke atas, dan akan segera tersedia untuk siswa remaja
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Membuat prompt di Gemini 
Apa itu prompt?
Instruksi atau pertanyaan yang Anda tulis untuk berinteraksi dengan chatbot. Perintah yang Anda tulis berperan penting dalam membentuk respon.

Jangan lupakan:
Untuk hasil terbaik, buatlah prompt dengan baik dan berikan konteks yang jelas.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Kerangka prompt PARTS

Persona
Jelaskan peran Anda dalam tugas ini
Mengetahui persona Anda membantu GenAI menyesuaikan keluaran dengan peran spesifik Anda.
‘Bertindaklah sebagai guru ahli dalam mendesain pembelajaran’
‘Anda adalah mentor berpengalaman bagi guru sekolah dasar.’
‘Bertindaklah sebagai desainer pembelajaran yang sangat kreatif dengan spesialisasi pengajaran sekolah menengah di Indonesia.’

Aim
Sebutkan tujuan Anda dengan jelas. Apa yang ingin Anda capai dengan GenAI? 
Tujuan yang jelas memberikan GenAI arah yang terfokus.
Jelaskan tugasnya dalam bahasa yang jelas dan lugas.
Disarankan agar Anda memecah tugas-tugas besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Recipients
Tentukan target audiens Anda
Apakah Anda menulis untuk siswa, sesama pendidik, atau masyarakat umum?
Mengetahui audiens Anda membantu GenAI menyesuaikan nada dan kompleksitas tanggapannya.

Theme
Jelaskan gaya, nada, dan parameter relevan yang diinginkan.
Apakah Anda menginginkan puisi yang lucu, laporan formal, atau cerita yang menegangkan?
Menambahkan detail tentang tema akan memandu GenAI menuju gaya dan konten yang sesuai.

Structure
Tentukan format yang Anda harapkan.
Apakah Anda ingin format paragraf singkat, daftar terperinci, atau naskah lengkap?
Menentukan struktur membantu GenAI memformat informasi sesuai kebutuhan.
-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----

Prompt Dasar
Buat 2 aktivitas diskusi kelas yang sangat menarik untuk proyek pengurangan sisa makanan.

Persona
Anda adalah seorang  desainer pembelajaran ahli untuk siswa sekolah menengah dengan fokus pada pendidikan keberlanjutan lingkungan.

Aim
Buat catatan guru yang komprehensif untuk 2 aktivitas diskusi kelas yang sangat menarik untuk proyek kurikulum tentang pengurangan sisa makanan.

Recipients
Proyek ini akan diperuntukkan bagi kelas 8 di sekolah menengah di Jakarta, Indonesia. Para siswa sangat termotivasi dan bersemangat tentang keberlanjutan lingkungan.

Theme
Gunakan nada santai dan menarik.

Structure
Format dalam struktur yang jelas dan terorganisir. Gunakan judul, sub-judul, dan pemformatan lainnya.

-----πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹-----


9.09.2026

Pembukaan MGMP Informatika SMP Jombang Tahun 2026/2027: Guru Dituntut Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat di Era Digital

(JOMBANG, 9/9/2026) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Kabupaten Jombang resmi membuka rangkaian kegiatan semester ini dengan menggelar workshop inspiratif bertajuk "Membangun Budaya Belajar Sepanjang Hayat bagi Guru di Era Digital". Acara Pembukaan MGMP Informatika tersebut dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026 bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini menghadirkan Mukhtar, S.Pd., M.Pd., Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Mukhtar menekankan bahwa guru Informatika harus menjadi garda terdepan dalam mencontohkan sifat pembelajar, mengingat perkembangan teknologi informasi bergerak sangat cepat.

"Hidup adalah sekolah kehidupan. Proses belajar kita sebagai pendidik dimulai sejak buaian hingga liang lahat, dan era digital ini menuntut kita untuk tidak boleh sedetik pun berhenti bertumbuh," ujar Mukhtar dalam sesi pendahuluan.

Workshop ini mengupas tuntas materi esensial untuk memperkuat kapasitas pedagogik dan profesional guru, yang meliputi:
  • Urgensi Peningkatan Diri: Memahami hakikat belajar sepanjang hayat melalui bedah komparatif 5 alasan mengapa belajar sepanjang hayat itu penting serta 10 alasan mengapa kita harus terus belajar tanpa henti.
  • Kerangka Kerja Global & Lokal: Mengelaborasi Pilar Utama Belajar Sepanjang Hayat menurut UNESCO dan mengimplementasikan empat pilar budaya belajar dalam ekosistem sekolah.
  • Aksi Nyata Kompetensi Digital: Strategi konkret membangun budaya membaca dan menulis, menyaring informasi melalui penguatan budaya literasi informasi digital, serta komitmen mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
Melalui pembukaan MGMP dan workshop ini, para guru Informatika di Jombang diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif. Penguasaan literasi digital yang bijak diharapkan tidak hanya berhenti pada guru, melainkan dapat ditularkan secara luas demi mencetak generasi muda Jombang yang cakap digital.(pns)

Materi Pembukaan : Membangun Budaya Belajar Sepanjang Hayat bagi Guru di Era Digital


"Hidup adalah sekolah kehidupan. Proses belajar kita sebagai pendidik dimulai sejak buaian hingga liang lahat, dan era digital ini menuntut kita untuk tidak boleh sedetik pun berhenti bertumbuh," 

Materi Workshop mengupas tuntas esensi memperkuat kapasitas pedagogik dan profesional guru, yang meliputi:
  • Urgensi Peningkatan Diri: Memahami hakikat belajar sepanjang hayat melalui bedah komparatif 5 alasan mengapa belajar sepanjang hayat itu penting serta 10 alasan mengapa kita harus terus belajar tanpa henti.
  • Kerangka Kerja Global & Lokal: Mengelaborasi Pilar Utama Belajar Sepanjang Hayat menurut UNESCO dan mengimplementasikan empat pilar budaya belajar dalam ekosistem sekolah.
  • Aksi Nyata Kompetensi Digital: Strategi konkret membangun budaya membaca dan menulis, menyaring informasi melalui penguatan budaya literasi informasi digital, serta komitmen mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.


Materi Workshop versi teks.

Membangun Budaya Belajar Sepanjang Hayat bagi Guru di Era Digital

Belajar bukan sekadar akademis — ia adalah perjalanan seumur hidup yang membentuk kualitas diri, kecerdasan emosional, dan spiritual kita.

Oleh: MUKTAR, S.Pd, M.Pd.
Pengawas SMP Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
--------------------πŸ’ΎπŸ‘‡πŸ™πŸ™‹--------------------

9.03.2026

Menakar Urgensi MGMP bagi Keberhasilan Pendidik, Bukan Sekadar Kumpul Formalitas

(Oleh: Tim Redaksi mgmptiksmpnjombang.blogspot.com)
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan wadah profesional yang krusial bagi guru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, dan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di sekolah.

Di tengah penerapan Kurikulum, peran MGMP menjadi semakin vital. Guru tidak lagi belajar secara terisolasi, melainkan berkolaborasi aktif guna menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid.

Berikut adalah lima alasan utama mengapa MGMP sangat penting bagi kemajuan guru SMP:
1. Ruang Kolaborasi dan Berbagi Praktik Baik (Best Practices)
Mengajar bukan sekadar mentransfer isi buku ke papan tulis. Melalui MGMP, para guru dari berbagai sekolah dapat berkumpul untuk saling bertukar gagasan, memecahkan kendala di kelas, dan membagikan strategi mengajar yang sukses. Diskusi sebaya ini membantu guru menemukan solusi riil atas tantangan belajar yang dihadapi siswa usia remaja.

2. Pusat Pengembangan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka
Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru terampil menyusun administrasi pembelajaran yang adaptif. Forum MGMP memfasilitasi guru untuk bersama-sama merancang:
  • Analisis Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
  • Modul Ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang interaktif.
  • Instrumen Asesmen diagnostik, formatif, maupun sumatif.
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang kontekstual.
3. Alternatif Pelatihan yang Efektif dan Efisien
Kementerian Pendidikan kini menggeser pola bimbingan teknis (bimtek) konvensional yang mengumpulkan guru di hotel atau lembaga pelatihan terpusat. MGMP dioptimalkan sebagai wadah Continuous Professional Development (CPD) berbasis komunitas. Guru bisa belajar langsung dari rekan sejawat secara berkala tanpa harus meninggalkan tugas mengajar terlalu lama.

4. Optimalisasi Platform Merdeka Mengajar (PMM)
Pemerintah mengintegrasikan komunitas belajar fisik dengan teknologi melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Di dalam MGMP, para guru dibimbing bersama untuk menyelesaikan aksi nyata, berbagi webinar, serta mengakses perangkat ajar digital secara terarah demi menunjang penilaian kinerja tahunan.

5. Memperluas Jejaring Profesional Profesionalisme Guru
Bergabung dalam MGMP memperluas wawasan dan jejaring komunikasi antar-pendidik. Hubungan profesional ini mempermudah guru SMP mendapat info terkini mengenai regulasi pendidikan, kompetensi guru, kesempatan beasiswa, hingga pelaksanaan seleksi guru berprestasi.

Kesimpulan
MGMP bukan sekadar tempat berkumpul formalitas untuk menggugurkan kewajiban. Forum ini adalah jantung profesionalisme guru SMP yang berdampak langsung pada mutu kelulusan siswa. Guru yang aktif di MGMP akan selalu memperbarui ilmunya, sehingga proses belajar mengajar di ruang kelas menjadi lebih hidup, bermakna, dan menyenangkan.

Untuk itu Ketua MGMP Informatika Haris Sakti Handono sangat mengharapkan keikutsertaan Guru Informatika SMP Negeri/Swasta Kabupaten Jombang untuk ikut MGMP Informatika SMP Kabupaten Jombang. (pns)

4.23.2026

Penutupan MGMP Informatika SMP Kabupaten Jombang Tahun 2025/2026

JOMBANG – Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika SMP Kabupaten Jombang tahun pelajaran 2025/2026 resmi ditutup pada Rabu, 22 April 2026. Acara yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi catatan penting bagi perjalanan organisasi guru teknologi di Jombang, dengan tingkat kehadiran mencapai 90 persen dari seluruh anggota.

Dalam sambutannya, Ketua MGMP Informatika, Haris Sakti Handono, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program kerja yang telah dijalankan. Ia menilai narasumber yang dihadirkan selama ini telah menunjukkan kompetensi yang mumpuni. Lebih jauh, Haris melihat potensi besar dalam internal organisasi.

"Banyak anggota kita yang sebenarnya berpotensi menjadi narasumber hebat. Saat ini, sistem pertemuan kita memang masih berpindah-pindah tempat, sehingga kami sangat berterima kasih kepada sekolah-sekolah yang telah bersedia menjadi tuan rumah," ujar Haris. Ia juga menegaskan visi besar ke depan adalah menyelenggarakan pelatihan online bagi seluruh anggota guna pemerataan akses ilmu.

Hal senada ditekankan oleh Pembina MGMP Informatika dalam arahannya. Ia memberikan apresiasi sekaligus sorotan unik terhadap peran strategis guru Informatika. Menurutnya, guru Informatika adalah sosok yang "paling dibutuhkan" namun juga memikul beban "harus serba bisa".
"Guru Informatika itu luar biasa. Ada komputer rusak sedikit, pasti guru Informatika yang dicari untuk memperbaiki. Secara kompetensi edukasi, bapak/ibu sudah sangat baik. Namun tantangan sesungguhnya adalah penanaman karakter di tengah derasnya arus informasi teknologi saat ini," ungkap Pembina MGMP.

Suasana haru sekaligus nostalgia mewarnai kehadiran pengurus lama. Mantan Ketua MGMP TIK, Alfan Bahagia, S.Pd., berkesempatan memaparkan kilas balik sejarah berdirinya organisasi. Ia menceritakan transisi panjang kepengurusan dari masa MGMP TIK hingga kini bertransformasi menjadi mata pelajaran Informatika, sebagai pengingat akar perjuangan komunitas tersebut.

Penutupan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus bersinergi, menjaga integritas, dan memperkuat kompetensi guru demi mencetak generasi digital yang berkarakter di Kabupaten Jombang.(pns)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews